Kamis, 07 Januari 2016

Contoh Konfilk Sosial

PERBEDAAN KEPENTINGAN DALAM HAL PEMANFAATAN HUTAN





 
Ilustrasi masalah :  
 

         Dari gambar diatas, terlihat bahwa para petani sedang bergotong royong untuk menebang pohon-pohon yang dianggap merugikan bagi para petani yang menghalangi tanaman mereka untuk membuat ladang atau kebun.
 
          Akan tetapi, pihak dari warga tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. 
 
          Sedangkan bagi para pengusaha/pengrajin kayu, pohon-pohon harus ditebang dan kemudian kayunya diekspor/dijual guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan.
 
          Dan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan.
 
        Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga munculah konflik sosial di masyarakat. Konflik sosial ini muncul akibat perbedaan kepentingan dari antar setiap kelompok para petani, tokoh masyarakat, dan pengrajin/pengusaha kayu serta pecinta lingkungan alam.
 
 
Dari ilustrasi tersebut, maka yang menjadi  faktor penyebab konflik tersebut ialah :
 
1. Perbedaan cara pandang
2. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
3. Perbedaan tujuan antar setiap kelompok
4. Perbedaan kepentingan
5. Diskomunikasi
6. Kurangnya kesadaran
 
 
Solusi dari konflik tersebut yaitu :
1. Saling menghormati dan menghargai perbedaan cara pandang antar setiap kelompok.
2. Membuat sosialisasi antar setiap kelompok yang berbasis masyarakat, bisa sosialisasi dengan pihak RT/RW setempat, warga masyarakat, dan kelompok lainnya yang berkepentingan untuk membahas masalah hutan.
3. Meningkatkan rasa kesadaran bahwa kepentingan bukan atas dasar diri sendiri, melainkan banyak pihak yang mempunyai kepentingan.
4. Sebaiknya hutan tersebut di kelompokkan sesuai dengan kepentingan kelompok warga masyarakat. Ada sebagian untuk petani, sebagian di jaga bersama untuk dimanfaatkan sumber daya alamnya, sebagian untuk dimanfaatkan oleh pengrajin/pengusaha kayu sebagai mata pencaharian dan untuk bisnis ekspor/impor, dan sebagian untuk dilestarikan pohonnya khususnya untuk di nikmati oleh para pecinta lingkungan alam.