Rabu, 18 Maret 2020

PENDIDIKAN NON FORMAL SEBAGAI ILMU

    Pendidikan Non Formal merupakan pendidikan yang lahir sebagai aturan dari aturan SisDikNas (Sistem Pendidikan Nasional) pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa ada tiga jalur dalam pendidikan yaitu pendidikan informal, pendidikan formal, dan pendidikan non formal. Sebenarnya, kedudukan pendidikan non formal dapat dikatakan penting. Mengapa demikian? karena pendidikan non formal dalam fungsinya sebagai penambah, pelengkap, dan pengganti dari sistem pendidikan formal. 

      Pendidikan non formal diperuntukkan bagi orang-orang yang kurang beruntung dalam menempuh jalur pendidikan formal. Orang-orang yang kurang beruntung ini dapat dikarenakan berbagai faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang menyebabkan orang-orang tidak menempuh jalur pendidikan formal ada banyak namun salah satunya yaitu karena kemalasan diri. Sedangkan faktor eksternal yang menyebabkan orang-orang tidak menempuh jalur pendidikan formal juga banyak salah satunya yaitu karena perekonomian lingkungan keluarga yang tidak mencukupi untuk menempuh pendidikan formal. Maka dari itu, pendidikan non formal dapat dikatakan sebagai ilmu karena keberadaannya memang mendapatkan banyak manfaat dan berfungsi sebagai penambah, pelengkap, dan pengganti. Untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana ruang lingkup dan satuan pendidikan non formal, maka anda dapat mengunjungi situs ini https://docplayer.info/99142535-Konsep-dasar-ruang-lingkup-pnf.html 

Selasa, 14 November 2017


Curhatan hati

Hai, apakabar kamu? apakah sekarang kau baik2 saja? kau ingat bahwa aku adalah orang yang kau sia-siakan. Kamu bukan saja orang yang menyia-nyiakan ku, namun kamu telah membuat kepercayaan itu rusak. Aku tau, kamu sangat menyanyangi ku, kamu memberikan kenangan yang orang lain mungkin gabisa ngelakuin. Kamu juga mengajarkan apa itu ketulusan. Tapi mengapa? kamu membohongi ku, kamu membuat semuanya rusak. Mulai dari pandanganku sampai dengan kepercayaan ku bahkan perasaan ku padamu yang telah menghilang seiring berjalannya waktu. Aku tidak bermaksud untuk mengungkit masa lalu dan menyalahkan dirimu. Tapi, setiap orang punya batas kesabaran. Kaum wanita mana yang tidak sakit hati saat lagi sayang-sayangnya ditinggalkan? Disaat waktu itu aku menunggu sekian lamanya kamu ga ngechat aku, muncul chat kamu yang membawa kearah kebahagiaan namun luka semata. Kamu jahat. Aku ga nyangka kenapa bisa kamu bilang seperti itu padaku. Apa salahku? Mungkin kamu sudah menemukan yang baru atau kamu sudah jenuh denganku, mengapa kamu mengatakannya seolah-olah aku yang salah? Kamu membuat seakan-akan aku lah yang menyakitimu, akulah yang membuat kamu menjadi berubah dari segi pengetahuanmu. Perlu kamu ingat bahwa, kepintaran seseorang itu relatif. Artinya, kepintaran tidak menyangkut dengan perasaan. Apakah kamu tau saat kamu mengatakan bahwa kamu seolah menyalahkanku apa yang aku rasakan setelah itu? Mungkin bagimu ini adalah masalah sepele, yang seharusnya ga perlu dibahas. Tapi, bagi seorang perempuan yang merasa harga dirinya telah di rempas, tidak lah sepele lagi baginya. Dalam tulisan ini, aku ingin mengungkapkan bahwa aku mencintaimu, merindukanmu, menginginkan sosok dirimu seperti 2 tahun yang lalu, yang tidak pernah mempermasalahkan apapun, yang perhatian berlebih padaku. Tapi disisi lain, aku membencimu, sangat membencimu saat akhir-akhir kau menyudahi hubungan ini. Aku tau sekarang kita sudah masing-masing. Untukmu mantanku yang menyakitiku, tolong jangan kembali lagi dikehidupanku :)

Kamis, 07 Januari 2016

Contoh Konfilk Sosial

PERBEDAAN KEPENTINGAN DALAM HAL PEMANFAATAN HUTAN





 
Ilustrasi masalah :  
 

         Dari gambar diatas, terlihat bahwa para petani sedang bergotong royong untuk menebang pohon-pohon yang dianggap merugikan bagi para petani yang menghalangi tanaman mereka untuk membuat ladang atau kebun.
 
          Akan tetapi, pihak dari warga tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. 
 
          Sedangkan bagi para pengusaha/pengrajin kayu, pohon-pohon harus ditebang dan kemudian kayunya diekspor/dijual guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan.
 
          Dan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan.
 
        Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga munculah konflik sosial di masyarakat. Konflik sosial ini muncul akibat perbedaan kepentingan dari antar setiap kelompok para petani, tokoh masyarakat, dan pengrajin/pengusaha kayu serta pecinta lingkungan alam.
 
 
Dari ilustrasi tersebut, maka yang menjadi  faktor penyebab konflik tersebut ialah :
 
1. Perbedaan cara pandang
2. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
3. Perbedaan tujuan antar setiap kelompok
4. Perbedaan kepentingan
5. Diskomunikasi
6. Kurangnya kesadaran
 
 
Solusi dari konflik tersebut yaitu :
1. Saling menghormati dan menghargai perbedaan cara pandang antar setiap kelompok.
2. Membuat sosialisasi antar setiap kelompok yang berbasis masyarakat, bisa sosialisasi dengan pihak RT/RW setempat, warga masyarakat, dan kelompok lainnya yang berkepentingan untuk membahas masalah hutan.
3. Meningkatkan rasa kesadaran bahwa kepentingan bukan atas dasar diri sendiri, melainkan banyak pihak yang mempunyai kepentingan.
4. Sebaiknya hutan tersebut di kelompokkan sesuai dengan kepentingan kelompok warga masyarakat. Ada sebagian untuk petani, sebagian di jaga bersama untuk dimanfaatkan sumber daya alamnya, sebagian untuk dimanfaatkan oleh pengrajin/pengusaha kayu sebagai mata pencaharian dan untuk bisnis ekspor/impor, dan sebagian untuk dilestarikan pohonnya khususnya untuk di nikmati oleh para pecinta lingkungan alam.